Butuh Uang? Kenali Dulu Seluk Beluk Pinjaman Online

Mengajukan pinjaman masih dianggap sebagai satu solusi untuk mendapatkan uang dalam waktu yang relatif cepat. Baik untuk kebutuhan memulai usaha, konsumsi, dana tunai, atau berbagai kebutuhan lainnya.

{tocify} $title={Daftar Isi}

Sementara itu, meminjam ke bank atau kerabat sering menjadi sesuatu yang ribet dan tidak menyenangkan. Karena itulah, banyak orang yang akhirnya memutuskan untuk mengajukan pinjaman online.

Lalu, apa sebenarnya pinjaman online itu?

Apa Itu Pinjaman Online?

Berbeda dengan meminjam ke bank, pinjaman online menawarkan sistem pengajuan pinjaman yang cukup dilakukan secara online. Artinya, Anda tidak butuh datang dan bertatap muka dengan peminjam. Bagi sebagian besar orang, tentu saja cara ini sangat membantu. Apalagi, pinjaman online juga menawarkan proses pinjaman yang cepat.

Kemudahan dalam mengajukan pinjaman online dan proses yang cepat menjadi daya tarik utama yang membuat pinjaman online menjadi semakin marak di Indonesia. Ada banyak aplikasi pinjaman online yang bisa Anda temukan di Play Store ataupun perlu diunduh dalam bentuk APK.

Bagaimana Cara Memilih Pinjaman Online?

Mengajukan pinjaman secara online memang menjadi solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan Anda akan dana tunai, modal, konsumsi, atau kebutuhan lainnya. Namun, meskipun pinjaman online cenderung mudah diajukan, Anda perlu mengetahui dulu bagaimana cara memilih pinjaman online. Dengan begitu, Anda bisa lebih berhati-hati dan tidak menjadi korban pinjaman online.

Berikut ini adalah beberapa cara memilih pinjaman online yang bisa Anda terapkan:

1. Pastikan sudah terdaftar OJK

Ada banyak perusahaan atau aplikasi pinjaman online yang bisa Anda temukan. Namun, sebelum Anda menggunakannya, pastikan pinjaman online tersebut sudah terdaftar di OJK. Dengan begitu, keamanan Anda akan lebih terjamin. 

2. Pastikan sudah memiliki layanan konsumen

Sebelum menggunakan layanan pinjaman online, pastikan Anda mengetahui layanan konsumen yang mereka miliki. Cari tahu juga apakah layanan pinjaman online tersebut memiliki no telepon, alamat kantor, email, dan sosial media yang jelas atau tidak. Dengan begitu, jika suatu waktu Anda mengalami masalah, Anda tahu harus kemana mengadukan masalah tersebut.

3. Pastikan bunga, tenor, dan biaya administrasi

Layanan pinjaman online yang aman akan memberi tahu Anda terkait besaran bunga, lama tenor, biaya administrasi, dan juga biaya-biaya lainnya secara transparan dan terbuka. Dengan begitu, Anda bisa memperkirakan berapa biaya akhir yang harus Anda bayarkan di luar pinjaman pokok.

Sebagai informasi, OJK menetapkan aturan bahwa suatu layanan pinjaman online hanya boleh menetapkan bunga maksimal hingga 0,8% per hari. Jika Anda menemukan pinjaman online yang menetapkan bunga sebesar 1% per hari atau 30% per bulan, akan lebih baik untuk tidak menggunakan pinjaman online tersebut karena terlalu mahal.

Perbedaan Pinjaman Online Resmi dan Ilegal

Banyaknya orang yang menjadi korban pinjaman online membuat citra layanan pinjaman online menjadi buruk di masyarakat. Padahal, hal tersebut terjadi karena ulah pinjaman online ilegal yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui perbedaan antara pinjaman online resmi dan ilegal.

Berikut ini adalah perbedaan pinjaman online resmi dan ilegal yang perlu Anda ketahui:

1. Izin resmi dan pengawasan OJK

Layanan pinjaman online resmi memiliki izin resmi dan terdaftar serta berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Sedangkan layanan pinjaman online ilegal tidak terdaftar dan tidak diawasi oleh OJK.

2. Kemudahan pemberian pinjaman

Meskipun proses pengajuan pinjaman online lebih mudah dibandingkan dengan proses pengajuan pinjaman ke bank, layanan pinjaman online resmi tetap memiliki proses seleksi yang ketat dan tidak bisa sembarangan. Sedangkan layanan pinjaman online ilegal cenderung lebih mudah didapatkan. Namun, akan merugikan Anda ke depannya.

3. Informasi bunga, denda, dan biaya lainnya

Pinjaman online yang resmi pasti akan memberikan Anda informasi yang transparan mengenai besaran bunga atau biaya pinjaman, denda, dan juga biaya-biaya lainnya. Besaran maksimal bunga pinjaman sesuai dengan ketetapan OJK, yaitu sekitar 0,05% hingga 0,8% per hari. Dan total maksimum pengembalian dana pinjaman adalah 100% dari pinjaman pokok. Total dana maksimum ini sudah termasuk denda pinjaman.

Sedangkan pinjaman online ilegal biasanya tidak menginformasikan dengan jelas berapa besaran bunga dan denda pinjaman. Selain itu, pinjaman online ilegal juga tidak mengikuti peraturan OJK, sehingga mereka bisa memberikan besaran bunga dan denda dengan nilai yang tidak terbatas. Begitu pula dengan total pengembalian dana yang diminta bisa lebih dari 100% dana pinjaman pokok.

4. Masa penagihan

Secara hukum, pinjaman online resmi hanya bisa melakukan penagihan maksimal sampai 90 hari dari masa jatuh tempo. Sebagai gantinya, peminjam yang tidak melunasi setelah masa 90 hari akan masuk ke daftar hitam (black list) Pusdafil dan akan sulit mendapatkan pinjaman kembali.

Sedangkan pinjaman online ilegal tidak memiliki batas waktu dan bisa menagih Anda sampai kapanpun. Pinjaman online ilegal juga cenderung melakukan berbagai cara untuk melakukan penagihan. Termasuk teror kekerasan, penghinaan, pencemaran nama baik, penyebaran foto atau video pribadi, dan lain sebagainya.

5. Izin akses

Aplikasi pinjaman online resmi hanya akan meminta izin akses untuk kamera, mikrofon, dan lokasi. Sedangkan aplikasi pinjaman online ilegal akan meminta izin akses ke seluruh data yang ada di ponsel Anda, termasuk data kontak. Sehingga, mereka bisa menghubungi siapa saja yang ada di kontak Anda untuk melakukan penagihan.

Resiko Menggunakan Pinjaman Online Ilegal

Setelah mengetahui perbedaan antara pinjaman online resmi dan ilegal, sebaiknya Anda juga mengetahui apa saja resiko menggunakan pinjaman online ilegal. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Besaran bunga pinjaman yang tinggi

Pinjaman online ilegal yang tidak terdaftar di OJK cenderung menetapkan bunga pinjaman yang tinggi dan tidak sesuai dengan peraturan OJK. Bahkan, banyak di antaranya yang menetapkan bunga pinjaman tidak masuk akal yang akan merugikan Anda ke depannya. Bukan mustahil bunga pinjaman yang harus Anda bayarkan malah menjadi jauh lebih besar dibandingkan dengan dana pinjaman pokok yang Anda ajukan.

Sayangnya, besaran bunga pinjaman ini jarang sekali atau bahkan tidak akan disampaikan secara transparan oleh pihak pinjaman online ilegal.

2. Besaran denda yang tinggi

Bukan hanya besaran bunga pinjaman saja yang sering tidak masuk akal, besaran denda yang ditetapkan pun juga tinggi. Denda ini harus Anda bayarkan jika Anda terlambat melakukan pembayaran dari waktu jatuh tempo pinjaman yang telah ditetapkan.

Dengan adanya bunga pinjaman dan denda yang tinggi, besaran akhir pinjaman yang harus Anda bayarkan akan menjadi sangat tinggi dan merugikan Anda.

3. Kebocoran data pribadi

Untuk mengajukan pinjaman online, Anda perlu mengunduh aplikasi pinjaman online tertentu. Kemudian, Anda juga diwajibkan untuk memberikan izin akses sesuai ketentuan. Biasanya, pinjaman online ilegal akan meminta akses seluruh data yang ada di ponsel Anda. Termasuk data kontak dan data pribadi Anda lainnya.

Dengan izin tidak terbatas tersebut, pihak pinjaman online dapat dengan mudah menyalahgunakan data pribadi Anda untuk kepentingan mereka. Baik untuk mengancam, mencemarkan nama baik, menyebarkan data pribadi tersebut, menjualnya, dan lain sebagainya.

Nah, itulah beberapa resiko menggunakan pinjaman online ilegal. Meski begitu, bukan berarti seluruh pinjaman online akan merugikan Anda. Dalam kondisi tertentu, bisa saja Anda membutuhkan layanan pinjaman online ini. Namun, pastikan Anda memilih layanan pinjaman online resmi yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Admin

Iseng-iseng berhadiah. jangan lupa bismillah.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama